Showing posts with label prayer. Show all posts
Showing posts with label prayer. Show all posts

Tuesday, July 8, 2014

Berdoa bagi orang yang kita kasihi

hari pertama // kepuasan dalam Allah yang menetap

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
Di hadapan-mu ada sukacita berlimpah-limpah,
Di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. (Mazmur 16:11)

Hal terutama yang dapat kita doakan bagi orang yang kita kasihi adalah agar mereka dapat dipuaskan dalam Allah selama-lamanya. Di tangan kanan-Nya ada nikmat senantiasa, dan di hadirat-Nya semata ada kepenuhan sukacita. Minum dari mata air lain hanya akan melipatgandakan kesedihan (Mazmur 16:4). Karena itu, kita harus berdoa agar orang yang kita kasihi memperoleh kepuasan yang terdalam hanya di dalam Allah.

Bapa, aku berdoa kiranya Engkau menolong (suami/isteri/anak/orangtua)-ku untuk memperoleh kepuasan yang terdalam hanya di dalam diri-Mu. Selamatkan ia dari mencari kepuasan dan kenikmatan dalam hal-hal lain, tolong aku membimbing ia dalam kesukaanku akan Dikau. Di tangan kanan-Mu ada sukacita berkelimpahan. Tolonglah aku untuk sungguh percaya ini dan hidup seturut dengannya. Dalam nama Yesus, Amin.

Friday, January 20, 2012

Pelajaran Berpuasa

Sebenarnya saya memulai disiplin abstinence (berpantang) sejak Lent tahun lalu. Buahnya adalah berat badan saya turun 12 kilo - dari 100 kilo hingga 88 kilo. Sejak itu saya belajar untuk makan tidak berlebihan (diet) dan berolah raga secara regular. Kemarin dan hari ini (in process) saya mulai lagi berpuasa. God willing, saya hendak melakukannya setiap minggu.

Berpuasa atau berdiet
Dari pengalaman pribadi, saya menemukan perbedaan antara berpuasa dan berdiet. Dalam berdiet saya menahan diri dari makan dan minum secara berlebihan, tapi tidak dari hal-hal lain. Artinya, saya masih melakukan apapun yang saya sukai tanpa limit. Saya tidur larut hingga pukul 2 pagi, kadang malah lebih. Saya main game, facebook-an, browsing selama berjam-jam, nonstop.

Dalam berpuasa, saya memusatkan perhatian pada Tuhan, membuka hati selebar-lebarnya untuk mendengar sapaan dan panggilan lembut-Nya. Jam makan saya ganti dengan jam doa. Saya berdoa syafaat bagi beberapa anggota Jemaat, dan pergumulan saya sendiri. Dalam berpuasa, saya peka terhadap waktu, oleh karena saya tidak ingin hal-hal yang tak penting (junk) mengganggu saya berelasi intim dengan Tuhan. Ya, dalam arti tertentu, berpuasa dapat juga dilihat sebagai berpantang makan ’junk food’ dengan hanya mengasup ’heavenly healthy food.’

Disiplin
Bagi saya, disiplin berpuasa penting, terutama bagi pelayan-pelayan Tuhan. Berpuasa mengingatkan kita akan apa atau siapa yang sesungguhnya memuaskan hati kita. Berpuasa bertujuan untuk membebaskan diri kita dari belenggu keinginan-keinginan daging dan mata yang tanpa terasa telah mendominasi tubuh, pikiran, dan imajinasi kita. Berpuasa juga meringankan hati kita untuk melayani Tuhan dan sesama kita.

Tidak bisa tidak, berpuasa harus dibedakan dari diet. Berpuasa adalah sebentuk doa - berdoa secara intensif, ekspresi kebergantungan total kepada Tuhan.

Thursday, January 12, 2012

Memorization

We are oftentimes cynical about memorizing the Bible. But Philip Yancey finds it beneficial in helping him recognizing God's voice. Debra Rienstra calls the process of memorization "stocking up" on words of the Bible, "giving the Spirit a bigger repertoire to work with in speaking to you - more Post-its on the bulletin board." Ben Patterson has an encouraging comment on Bible memorization:
Paul's prayers are especially good for this. Take, for example, his prayer for the Ephesians, that "the eyes of your heart may be enlightened in order that you may know the hope to which he has called you, the riches of his glorious inheritance in the saints." Or, "that you may be filled to the measure of all the fullness of God." The thought of memorizing prayers seems an artificial and stilted way to restore something as vital as spiritual hunger. but consider what Rabbi Abraham Heschel said to the members of his synagogue who complained that the words of the liturgy should express what they felt. He told them that it was not that the liturgy should express what they feel, but that they should learn to feel what the liturgy expressed. Recited faithfully, great thoughts put into great words can do that for us.... Memorization can be to our hunger for God what practicing a musical instrument is for performance. It can be the singing of the scales of the soul.

Tuesday, September 13, 2011

Kiprah dan kehidupan sehari-hari John Stott

Artikel dari John Yates mengenai kiprah John Stott - warisan kerendahan hati dan pelayanan yang patut kita kenang dan teruskan pada generasi kita selanjutnya.

Pottering and Prayer 
As John Stott turns 80, he still finds weeds to pull, birds to watch, and petitions to make 
John W. Yates III 

That first morning, as I walked into John Stott's bedroom (my office during daylight hours), I found his 10-page, handwritten manuscript on my desk with a note: "This is an interview for a book written for single people in their 20s. Could you give me your feedback on what I've said, and suggest any changes to make it more interesting or relevant?" Not certain the thoughts of this 21-year-old were of any value, I nevertheless carefully read through the manuscript and listed several suggested additions, deletions, and modifications. The next morning, there again on my desk was the manuscript and a note: "What do you think now?" The interview had been rewritten—and every single suggestion employed. Britain's world-renowned, 75-year-old writer and teacher had consented to every piece of advice from a recent college graduate on his first day of work.

Tuesday, January 18, 2011

Tim Keller on Daily Prayer

Dari blog Tim Keller.

There are three kinds of prayer I try to find time for every day - meditation (or contemplation), petition, and repentance. I concentrate on the first two every morning and do the last one in the evening.

Friday, January 14, 2011

What would Billy Graham do differently?

Bulan Januari di IRECT dicanangkan sebagai bulan doa. Jadi, saya mencoba untuk sering-sering mengirim encouragement kepada Jemaat agar berdoa. Salah satu encouragement saya peroleh dari wawancara dengan Billy Graham mengenai hidup dan pelayanannya. Selamat menyaksikan.



Pendeta Billy Graham adalah seorang pengkhotbah dan penginjil terkenal abad 20. Saya mengaguminya sebagai teladan hamba Tuhan yang rendah hati. Sekarang ia telah mencapai 92 tahun; istrinya Ruth telah lebih dahulu meninggalkannya. Dalam usia selarut itu, apa yang akan ia ceritakan mengenai kehidupan dan pelayanannya? Pewawancara bertanya, jika ia bisa mengulang hidupnya, what would he do differently? Jawab Billy, "I want to study more, pray more, travel less, and take less speaking engagement. I'd spend more time for meditation and prayer and just telling the Lord how much I love him, and adore him, and looking forward to the time we will spend together for eternity."

Tuesday, January 11, 2011

Berdoa tanpa henti














Berdoa tanpa henti (pray without ceasing) tak terpikirkan dan karenanya tak mungkin dilakukan tanpa pemahaman yang benar akan doktrin inkarnasi. Allah yang sudi menjadi manusia (flesh) dan tinggal bersama kita dalam details kehidupan kita. Apakah berdoa tanpa henti berarti kita tidak lagi bekerja? Berdoa tanpa henti tidak berarti kita harus senantiasa memisahkan diri dari kegiatan sehari-hari. Apakah berdoa tanpa henti berarti kita semua harus menjadi monk, meninggalkan dunia ini dan berdoa saja? Tidak. Berdoa tanpa henti adalah panggilan bagi semua orang percaya. Berdoa tanpa henti dimaksudkan untuk dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Friday, November 26, 2010

Amin












Amen, the biblical yes, is used, always, in relation to God, the God who established and makes persons firm and secure in eternal purpose and redemptive love. In response to that affirmation we say “Amen” – “Yes.” It is God’s most characteristic word; it is humankind’s most appropriate response. Scriptural citations show that the affirmation is both comprehensive and detailed.

Persons say “Amen” when they want to confirm the acceptance of a task assigned to them by God. When David directed his court prophet and priest to set apart Solomon to the kingship and gave directions on how to do it, one of the men shouted “Amen” (1 Kings 1: 36); that is, “we understand our instructions; we believe that this is the will of God; we will do it!”

Amen is used as a response of the individual to something inward and private with God – a personal yes to God. When Jeremiah was asked by God to be the prophet of reform in the years of Josiah, he gave a single word of response, “Amen” (Jeremiah 11: 5); “Yes, Lord, I will be the person you want me to be in these difficult days.” [Eugene H. Peterson, Five smooth stones for pastoral work (Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1992), pp. 160-161.]
Sangat disayangkan, amin-aminnya kita seringkali hanya lip service yang disampaikan dalam doa-doa demi untuk enak didengar, supaya orang lain yang mendengar tahu bahwa I am in, atau I agree with you. Padahal amin seperti itu adalah kesia-siaan belaka. Karena ia digunakan in relation to human, instead of God. Amin yang diucapkan bagi, atau sebagai tanggapan pada, manusia, tak bisa dipegang, karena manusia mudah goyah, berubah-ubah sikapnya. Akan tetapi amin yang diutarakan sebagai tanggapan terhadap amin yang berasal dari janji Allah akan meneguhkan hati kita melalui hari-hari tersulit hingga kita mencapai garis akhir. Pada siapa amin anda ditujukan?

Wednesday, October 6, 2010

Doa Ikrar

Di bawah ini adalah doa ikrar yang dikarang oleh Pdt. John Wesley. Saya mencoba menerjemahkannya secara bebas. Semoga menjadi berkat bagi anda.

Covenant Prayer
John Wesley

I am no longer my own, but thine.
Put me to what thou wilt, rank me with whom thou wilt.
Put me to doing, put me to suffering.
Let me be employed for thee or laid aside for thee,
exalted for thee or brought low for thee.
Let me be full, let me be empty.
Let me have all things, let me have nothing.
I freely and heartily yield all things to thy pleasure and disposal.
And now, O glorious and blessed God, Father, Son and Holy Spirit,
thou art mine, and I am thine.
So be it.
And the covenant which I have made on earth,
let it be ratified in heaven.
Amen.

Doa Ikrar
John Wesley

Aku bukan milikku lagi, tapi milik-Mu.
Taruh aku di mana Kau mau, letakkan aku dengan siapa Kau mau.
Tempatkan aku untuk bekerja, tempatkan aku untuk menderita.
Izinkan aku dikaryakan bagi-Mu atau dikesampingkan bagi-Mu,
ditinggikan bagi-Mu atau direndahkan bagi-Mu.
Biarkan aku penuh, biarkan aku kosong.
Biarkan aku memiliki segalanya, biarkan aku tak punya apa-apa.
Dengan bebas dan segenap hati aku menyerahkan segalanya untuk dipakai sesuka hati-Mu.
Dan kini, Ya Allah yang Mulia dan Terpuji, Bapa, Putra dan Roh Kudus,
Engkau milikku dan aku milik-Mu.
Kehendak-Mu jadilah.
Dan perjanjan yang telah kubuat di bumi,
kiranya terjadi pula di surga.
Amin.