Hello prens,
Hari ini saya mau diskas sedikit soal sacrifice. Saya mulai dengan pertanyaan. Ketika kita berbicara mengenai sacrifice, apa yang ada dalam benak kita? Apa yang kita sacrifice bagi orang lain, bagi Tuhan?
X bilang, saya sacrifice waktu hiburan saya buat anak saya.
Y bilang, saya sacrifice bonus saya buat relative saya yang sedang butuh uang di Indonesia.
Z bilang, saya sacrifice makan di restoran minggu ini buat persembahan khusus di gereja.
Saya kok jadi wonder, sadarkah kita kalau sacrifice yang kita bicarakan ini bukan sacrifice yang dibicarakan dalam Alkitab?
Karena yang kita maksud dengan sacrifice tidak lain adalah letting go (melepas-merelakan) kelebihan kita, yang boleh ada, boleh tidak, yang kemungkinan kalau tidak ada malah lebih baik buat hidup kita.
Lalu, apa yang Alkitab katakan mengenai sacrifice? Baca Kejadian 22:9-10! That’s one example.
Sacrifice memang bisa berarti macam-macam bagi masing-masing kita. Tapi satu yang tidak mungkin tidak ada dalam sacrifice yang biblical: it hurts.
What do you think? How do you measure sacrifice?
Showing posts with label letter. Show all posts
Showing posts with label letter. Show all posts
Wednesday, November 12, 2014
Thursday, December 23, 2010
Deep Christmas
Para kudus yang kekasih,
Pada Natal tahun ini, mari kita merenungkan kembali cerita kelahiran Yesus yang telah kita akrabi semenjak kita menjadi Kristen. Teksnya saya petik dari Lukas 2: 8-20.
Sekelompok gembala di pinggir bukit Yudea tengah menjaga kawanan ternaknya pada waktu malam. Tiba-tiba malaikat Tuhan berdiri di hadapan mereka, dan kemuliaan Tuhan bersinar melingkupi mereka. Lalu malaikat itu mulai mewartakan Injil. Setelah ia selesai bicara, langit malam diguyur oleh cahaya kemuliaan. Pertama-tama satu malaikat datang, kemudian datang yang lain dan yang lain lagi, sampai sejumlah besar bala tentara surga berkumpul. Bersahut-sahutan mereka memuji Allah. Gloria in excelsis Deo.
Tuesday, December 21, 2010
Christmas 2009
Toronto, 25 Desember 2009
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
dan namanya disebutkan orang:
… Raja Damai” (Yesaya 9:5).
Jemaat IRECT yang kekasih,
Hari ini kita memperingati Natal, atau kelahiran Tuhan Yesus di dunia. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Ia telah lahir untuk kita, “dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan” (ayat 6).
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
dan namanya disebutkan orang:
… Raja Damai” (Yesaya 9:5).
Jemaat IRECT yang kekasih,
Hari ini kita memperingati Natal, atau kelahiran Tuhan Yesus di dunia. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Ia telah lahir untuk kita, “dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan” (ayat 6).
Christmas 2008
Toronto, 25 Desember 2008
Salam dalam kasih Yesus Kristus,
Saudara-i, setahun telah lewat, dan kita kembali merayakan Natal. Bagi beberapa orang Natal telah menjadi season belanja, sibuk, dan pesta. Natal sekarang sulit dipisahkan dari Christmas tree, kartu Natal, Santa Claus, reindeer, snowmen, dan minum egg nog. Tentu saja, tak ada yang salah dengan semua itu. Tapi apa hubungannya kegiatan-kegiatan kita, Santa serta benda-benda itu dengan kelahiran Tuhan Yesus? Mengapa kita menyebut semua itu Natal?
Salam dalam kasih Yesus Kristus,
Saudara-i, setahun telah lewat, dan kita kembali merayakan Natal. Bagi beberapa orang Natal telah menjadi season belanja, sibuk, dan pesta. Natal sekarang sulit dipisahkan dari Christmas tree, kartu Natal, Santa Claus, reindeer, snowmen, dan minum egg nog. Tentu saja, tak ada yang salah dengan semua itu. Tapi apa hubungannya kegiatan-kegiatan kita, Santa serta benda-benda itu dengan kelahiran Tuhan Yesus? Mengapa kita menyebut semua itu Natal?
Subscribe to:
Posts (Atom)
